Tips Cerdas Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Pendidikan merupakan bekal masa depan anak untuk kehidupan yang lebih baik. Agar anak mendapatkan pendidikan yang layak, tak jarang orang tua harus bekerja keras mengupayakan biaya biayanya. Memang biaya pendidikan anak jaman sekarang tidak bisa dianggap remeh. Karena salah langkah bisa mengganggu proses belajar anak yang berpengaruh juga untuk masa depannya kelak.

Sebagai orang tua yang cerdas, Anda harus menyiapkan dana pendidikan anak dengan matang dari jauh-jauh hari. Pasalnya biaya sekolah anak di masa sekarang dengan masa mendatang bisa jadi cukup besar. Bila tidak dipersiapkan dengan baik, dikhawatirkan tidak mampu untuk membiayai pendidikan anak. Nah, supaya tidak salah langkah dan menyesal, berikut ini ada beberapa tips cerdas yang bisa dilakukan dalam menyiapkan dana pendidikan anak, yaitu:

  1. Menabung dan melakukan investasi sejak dini.
    Anda bisa mulai menabung bahkan saat anak belum lahir. Semakin lama jangka waktu menabung san investasi, maka akan semakin besar hasil yang diperoleh. Jenis investasi yang dipilih bisa disesuaikan dengan rencana keuangan dan pertimbangan resikonya. Misalnya jika ingin berinvestasi dengan jangka waktu di atas 5 tahun bisa memilih investasi reksadana atau saham. Hal ini karena meskipun fluktuatif, namun pergerakannya cenderung naik untuk jangka panjang. Untuk Anda yang menginginkan jenis investasi yang stabil dan aman, maka bisa memilih investasi emas, obligasi, atau reksadana campuran. Pastikan investasi yang dipilih cukup fleksibel, dimana bisa ditarik dananya saat dibutuhkan. Sehingga saat anak masuk, SD, SMP, SMA, ataupun kuliah bisa diambil untuk membayar biaya yang diperlukan.
  2. Mengikuti asuransi jiwa.
    Agar masa depan anak tidak terganggu, ada baiknya orang tua melakukan antisipasi dengan memiliki asuransi jiwa. Hal ini untuk menghindari resiko jika orang tua mengalami musibah, entah itu cacat permanen atau meninggal dunia, anak tetap bisa mendapatkan uang pertanggungan dari asuransi jiwa. Uang ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk biaya pendidikan anak hingga ke jenjang tertinggi. Bila tidak memiliki asuransi jiwa, bisa dibayangkan dengan tidak adanya pencari nafkah yaitu orang tua karena meninggal atau cacat maka pendidikan anak khususnya bisa terhenti karena tidak ada biaya.
  3. Melibatkan anak dalam rencana pendidikan.
    Sebaiknya dalam membuat rencana biaya pendidikan, orang tua melibatkan anak. Orang tua perlu mengetahui minat anak ke depannya. Misalnya jika anak memiliki minat ingin kuliah arsitektur, maka cari informasi biaya kuliah untuk jurusan tersebut. Begitu juga jika anak Anda menginginkan kuliah di kedokteran, pastinya akan banyak biaya yang harus dikeluarkan. Sehingga cari tahu informasi sebanyak-banyaknya agar bisa melakukan kalkulasi. Jikapun nantinya minat anak berubah seiring dengan berjalannya waktu, kalkulasi tetap harus Anda lakukan.
  4. Hindari berhutang untuk kebutuhan konsumtif.
    Dibandingkan memenuhi keinginan yang tiada habisnya, sebaiknya prioritaskan sesuatu yang memang kebutuhan. Tahan keinginan untuk melakukan sesuatu yang berbau konsumtif, seperti membeli gadget terbaru padahal masih ada gadget yang layak pakai, berbelanja pakaian setiap habis gajian, dan masih banyak lagi. Daripada untuk memenuhi kesenangan semata, sebaiknya tabung uang yang dimiliki untuk kebutuhan biaya pendidikan anak kelak. Yang paling penting lagi, hindari melakukan pinjaman Kredit Tanpa Agunan (KTA) untuk kebutuhan konsumtif. Karena hal ini bisa membahayakan rencana dana pendidikan anak.
  5. Mengikuti asuransi pendidikan.
    Asuransi pendidikan sangat berbeda dengan tabungan pendidikan, karena asuransi pendidikan terfokus dengan memberikan uang hanya pada saat tertentu saja sedangkan tabungan pendidikan bisa dengan mudah Anda kelola sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *